Politik Kampus Ajang Pendewasaan

Oleh: Latif koe

ftikiaims.wordpress.com – Satu periode kepengurusan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) yang dipimpin oleh Presiden Mahasiswa, Asrullah hampir usai. Isu soal pencalonan dan mekanisme pencalonan di tengah wabah Covid-19 sudah mulai massif. Namun menjelang suasana Musyawarah Besar DEMA, isu soal calon masih sepi saja. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya saat menjelang kontestan pemilihan 01 mahasiswa IAI Muhammadiyah Sinjai selalu di penuhi dengan sosialisasi berupa penempelan poster di sudut-sudut kampus ataupun melalui media sosial. Bukan hanya itu, koalisi antar jurusan bahkan fakultas demi memenangkan calon.

Apakah mahasiswa diseret dan ditenggelamkan oleh pemberitaan-pemberitaan Covid-19 sampai isu-isu yang lain termasuk tugas dan tanggungjawab mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat seakan hilang bak ditelan bumi?.

Bicara soal politik kampus, maka akan sangat minim kemungkinan tida ada komponen (aktor) yang “bermain” di dalamnya. Wacana mengenai kepentingan luar yang dibawah masuk ke dalam kampus, adalah wacana zaman orde baru yang dibangun atau dimassifkan guna menunjang program NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus / Badan Koordinasi Kampus) untuk menjauhkan mahasiswa dari aktifitas politik. Alhasil mahasiswa sekarang kebanyakan tabu akan hal politik dan mengartikan sepihak kata “politik”. padahal kampus bagaikan miniatur suatu Negara.

Bicara soal kepentingan, tidak bisa di nafikkan bahwa politik sarat akan kepentingan. Lantas apakah mahasiswa harus apatis hanya karena takut akan kepentingan, bicara soal kampus semua punya kepentingan, kepentingan untuk jadi aktivis, akademisi, bahkan cepat selesai sampai meraih IPK tinggi pun merupakan kepentingan.

Apakah mahasiswa sudah acuh lagi akan tanggung jawab besar, yakni sebagai 01 Mahasiswa yang memiliki peran sangat besar terhadap kemaslahatan dan aspirasi-aspirasi mahasiswa terhadap birokrasi kampus, penyambung aspirasi masyarakat terhadap keresahannya atas sistem pemerintahan.

Forum paling bergensi di tataran mahasiswa sebentar lagi akan di gelar, bukan hanya sebatas pengeluaran ide dan gagasan serta pemilihan presiden mahasiswa, akan tetapi sebagai ajang semangat dan praktik berpolitik mahasiswa. Forum paling tinggi ini juga akan menjadi forum penyaluran keluh kesah tahunan mahasiswa terhadap pemimpinnya di tataran mahasiswa sebelum melahirkan pemimpin baru.

manusia diciptakan di muka bumi sebagai pemimpin, maka aktualisasikanlah tujuan diciptakannya sebagai khalifah. buatlah kampus semakin Islami, Progresif, dan Kompetitif lewat prestasi-prestasi Organisasi. selamat berjuang dan jadilah sang juara dalam ajang kontestan guna membangun bangsa, terkhusus Sumber Daya Manusianya.

(Latif koe)

Leave a Reply